Dedikasi Hidup Untuk Pertanian

Dedikasi Hidup Untuk Pertanian

Blog
YOUNGSTERS.id - Apakah kita sudah benar-benar merdeka? Pertanyaan yang belakangan santer dilemparkan oleh netizen di berbagai forum media sosial. Pertanyaan tersebut timbul karena masyarakat merasa bahwa kemerdekaan sekarang ini tidak dirasakan oleh semua orang, merdeka tetapi banyak yang masih tidak sejahtera hidupnya. Termasuk kaum petani Indonesia. Miris, mengingat betapa signifikan peran pertanian bagi negeri ini. Pemikiran tersebut yang mendorong Andhika Mahardika, seorang sarjana teknik mesin untuk ikut turun ke dunia pertanian: meningkatkan kualitas hidup petani. Pada tahun 2013, bersama dengan tiga orang kawannya, Ella Nurlaila Tuttaqwa, Nurrachma Asri Saraswati, dan Veawati mendirikan Argadaya. Sesuai filosofinya, Argadaya ini bermakna usaha yang maksimal di bidang pertanian. Melalui Argadaya ini Andhika ingin mendedikasikan hidupnya untuk membantu para petani dan dunia pertanian. “Saat itu saya merasa sayang sekali jika hidup ini saya habiskan sendiri,…
Read More
Berkontribusi untuk Indonesia Melalui Pertanian

Berkontribusi untuk Indonesia Melalui Pertanian

Blog
Berawal dari keikutsertaannya dalam Gerakan Indonesia Mengajar menginspirasi Asri Saraswati Iskandar untuk bekerja di desa sebagai petani. Sebagai negara agraris, Indonesia diselimuti kekayaan alam terdiri dari daratan, laut, dan pantai, menjadikan tanah air sebagai negara khatulistiwa terbesar di dunia. Luasnya lahan hijau di Nusantara dan keprihatinan Asri terhadap jauhnya pilihan generasi muda untuk mengelola pertanian di desa memunculkan niatnya untuk membentuk sebuah wadah yang salah satunya mengajak para pemuda untuk bertani dengan perspektif global, yaitu Agradaya yang berlokasi di daerah Minggir, Sleman, Yogyakarta. Apa itu Agradaya? Dari kata Agra yang berarti pertanian dan Daya yang diambil dari kata memberdayakan, artinya memberdayakan atau mengupayakan pertanian. Ini adalah sebuah organisasi yang memiliki tujuan mengembangkan sumber daya desa di sektor pangan dan pertanian. Saya lebih senang Agradaya disebut sebagai community entreprise, karena kami…
Read More
Siswa kelas 6 SD Tumbuh 2 Trip ke Joglo Agradaya

Siswa kelas 6 SD Tumbuh 2 Trip ke Joglo Agradaya

Blog
Menikmati minuman dari bunga telang, cincau dan jajan pasar, membuat tempe dan selai dari bunga rosella. Siswa kelas 6 SD Tumbuh 2 melakukan trip ke joglo Agradaya. Kegiatan ini dilakukan untuk mengisi hari terakhir kami bersekolah di Sekolah Tumbuh. Disana kami melakukan kegiatan “Silaturahmi pada alam” dengan pergi ke sawah memanen kangkung tanpa alas kaki, melewati pematang sawah, menikmati minuman dari bunga telang, cincau dan jajan pasar. Semua yang kita minum, diambil dari kebun depan joglo Agradaya. Termasuk rosella yang kemudian kami buat selai. Gotong-royong kami buat berkelompok, ada yang mengaduk rebusan bunga rosella dan ada yang memotong kelopak rosella. Semua senang berproses. Hingga kami nikmati hasil selai dengan roti tawar. Selanjutnya kami diajak membuat tempe. Setelah mendapat penjelasan bahan-bahan yang dibutuhkan, kemudian kami memberi ragi lalu membungkus kedelai dengan…
Read More
Pagelaran Kalima, Generasi Muda Diminta Cinta Pertanian

Pagelaran Kalima, Generasi Muda Diminta Cinta Pertanian

Blog
Edupost.id, Yogyakarta – Sebagian besar pelajar kurang tertarik dengan dunia pertanian. Hal ini sangat disayangkan, karena dunia pertanian sebenarnya sangat penting. Hal ini disampaikan Ni Wayan Anik  Leana dari Divisi Humas PT Indmira dalam talkshow Youth Farming Generation, (14/5) di Auditorium Fakultas Pertanian UGM. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Pagelaran Kalima yang digelar Laboratorium Komunikasi dan Penyuluh Pertanian Faperta UGM. “Kedepannya, kami berharap yang ngisi pertanian adalah anak muda yang energinya masih besar dan kreativitasnya bagus,” ujar Anik. Ia menambahkan, sebagai lembaga riset pertanian, PT Indmira selama ini aktif mengampanyekan pertanian kepada pemuda. Intinya, menurut Anik, pihaknya berupaya membngun rasa ketertarikan pemuda terhadap pertanian. Pembicara lain yang juga turut hadir adalah Andhika Mahardika (Executive Director of Agrodaya), dan Qomarun Nugraha (CEO Sekolah Tani Muda). Andhika mengatakan, saat ini petani Indonesia…
Read More
Asri Saraswati: Kami Hanya ingin Bisnis yang Lebih Fair

Asri Saraswati: Kami Hanya ingin Bisnis yang Lebih Fair

Blog
Di Desa Sendangrejo, Sleman Yogyakarta, Asri Saraswati Iskandar mengelola Agradaya yang bekerja sama dengan petani lokal menciptakan hasil pertanian yang lebih baik. Bersama suami dan tim-nya,  ia mendampingi ibu-ibu di desa menghasilkan emping melinjo dan kombucha. Berikut ini wawancara dengan Asri melalui surel..   Asri, kenapa akhirnya tertarik berdomisili dan berkarya di desa? Mungkin karena pengalaman pribadi, ya. Saya lahir dan hidup di Jakarta dan Bandung, kemudian kuliah menghabiskan waktu di Malaysia, di kota yang lokasinya dekat sekali dengan Singapore. Semua serba hectic. Saat saya SMA, saya pernah ikut suatu misi budaya di Belanda hampir 3 bulan. Kebetulan rumah guest parent saya ada di desa. Sejak itu sebetulnya punya mimpi tinggal di desa. Kemudian, tipping point-nya adalah waktu ikut Indonesia Mengajar(IM). Saya setahun mengajar di desa, semua akses sangat terbatas.…
Read More
Agradaya Inisiatif yang Memberdayakan Potensi Desa Lewat Industri Pangan

Agradaya Inisiatif yang Memberdayakan Potensi Desa Lewat Industri Pangan

Blog
Awalnya, karena beberapa di antara anggotanya memang mencari pilihan-pilihan lain dalam hidup dalam pekerjaan, kemudian memilih profesi yang aksinya lebih nyata dan memberikan dampak langsung. Sebelumnya, para anggota Agradaya pernah tergabung di dalam Gerakan Indonesia Mengajar dan setelah itu bekerja di Jakarta, hampir setahun. Di antara anggota Agradaya yang lain bahkan ada yang bekerja sebagai konsultan dan bergerak di dunia fesyen. Beralih profesi memang tidak mudah. Inilah pilihan hidup. Sebuah ‘panggilan’ mulia menariknya untuk keluar dari kota besar dan hijrah ke pelosok desa. Asri Iskandar, salah satunya, berpendapat bahwa tangan anak muda yang kreatif harus turut campur membangun bangsa dan menggarap potensi yang ada. Agradaya memiliki home base di pedesaan Yogyakarta. Para anggotanya bekerja dengan masyarakat, khususnya dengan petani dan food artisan yang mayoritas perempuan. Selama proses berlangsung, terlihat potensi…
Read More
Back to Basic: Tempe for a Healthier Life

Back to Basic: Tempe for a Healthier Life

Blog
Indonesian local wisdom leads us to live a healthier life. Tempe, fermented soybean cake from Java, Indonesia, is a very common alternative for vegetarians in the world. Rhizopus fermentation on the boiled soybeans not only binds the soybeans together and gives solid form, but also enhances its nutrition contents from its protein, dietary fiber, and vitamins. “Indonesia’s local wisdom actually involves high technology. Eating tempe is an ancient culture and in that time, our ancestors already applied fermentation technology for their everyday uses. For me, it is something to be cherished,” said Asri Saraswati Iskandar, co-founder of Agradaya. Found in 2013 at Yogyakarta, Agradaya aims to economically help local villagers of Yogyakarta by producing healthy and good quality agricultural products. “I think the most effective way to boost our economy…
Read More
Agradaya, Cerita Pemuda Menggeliatkan Desa

Agradaya, Cerita Pemuda Menggeliatkan Desa

Blog
Agradaya yang mengandung makna usaha yang maksimal di bidang pertanian, dijalankan 4 sekawan yang masing-masing sebenarnya tidak ada berlatar belakang pendidikan di bidang pertanian. Ella Nurlaila Tuttaqwa, Andhika Mahardika, Nurrachma Asri Saraswati dan Verawati sebelumnya sempat mengecap pekerjaan dengan posisi dan penghasilan yang mengiurkan. Namun kegelisahan akan apa yang bisa diperbuat untuk lingkungan sekitar menguatkan mereka untuk mengikuti salah satu program pengabdian mengajar di pelosok Indonesia selama lebih dari 6 bulan. Pengalaman tersebut semakin meyakinkan mereka untuk membuat sesuatu untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. Pindah ke Yogyakarta Perjalanan itu tak berlangsung begitu saja, sebelumnya Andika Mahardika yang lulusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro dan Asri Saraswati yang lulusan Teknik Kimia Universitas Teknologi Malaysia sempat mencari pengalaman dengan mengujungi beberapa tokoh yang melakukan kegiatan sosial pemberdayaan masyarakat. Perjalanan sekitar 2 bulan itu mereka…
Read More