Inovasi Pengeringan Rempah: Implementasi Hybrid Solar Dome Dryer di Agradaya

Menjaga kualitas rempah tidak berhenti di lahan produksi. Salah satu tahap paling krusial dalam rantai nilai rempah adalah proses pengeringan. Kesalahan pada tahap ini dapat berdampak langsung pada mutu, keamanan pangan, hingga daya saing produk di pasar global. Menjawab tantangan tersebut, Agradaya mengimplementasikan teknologi Hybrid Solar Dome Dryer sebagai bagian dari transformasi pascapanen berbasis inovasi dan keberlanjutan.

Teknologi ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Ahmad Dahlan dan didukung oleh PT Pelabuhan Indonesia melalui program Kedaireka – Innovation Fund 2023.

Pengeringan sebagai Titik Kritis Kualitas Rempah

Indonesia memiliki ratusan jenis rempah yang tumbuh subur, namun potensi ini hanya dapat dimaksimalkan jika didukung oleh proses pascapanen yang presisi. Pengeringan rempah harus dilakukan pada rentang suhu dan kelembaban tertentu agar kandungan aktif, aroma, warna, dan keamanan produk tetap terjaga.

Sebelum implementasi teknologi ini, proses pengeringan masih sangat bergantung pada kondisi cuaca dan pengaturan manual. Hal tersebut berisiko menimbulkan jamur, ketidakkonsistenan kualitas, hingga produk tidak layak jual.

Hybrid Solar Dome Dryer: Teknologi Tepat Guna Berbasis IoT

Hybrid Solar Dome Dryer hadir sebagai solusi pengeringan yang lebih terkendali dan adaptif. Sistem ini memanfaatkan energi surya dengan struktur kubah berbahan polikarbonat untuk menciptakan efek rumah kaca, sekaligus dilengkapi pemanas hybrid dan penurun kelembaban udara.

Setiap unit memiliki kapasitas hingga ±200 kg per siklus pengeringan, dengan pengaturan suhu optimal di kisaran 40–70°C dan kelembaban terjaga di bawah 40 persen. Seluruh sistem terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT), memungkinkan pemantauan parameter penting seperti suhu, kelembaban, tegangan, arus, dan daya secara real-time.

Ketika kondisi lingkungan tidak ideal—misalnya suhu terlalu rendah atau kelembaban terlalu tinggi—sistem secara otomatis mengaktifkan pemanas, dehumidifier, dan sirkulasi udara untuk menjaga stabilitas proses pengeringan.

Dampak Langsung bagi Rantai Pasok Petani

Bagi Agradaya dan mitra petani rempah, teknologi ini memberikan dampak nyata. Proses pengeringan menjadi lebih konsisten, risiko kerusakan produk menurun, dan kualitas akhir rempah lebih terstandarisasi. Hal ini memperkuat kepercayaan pasar sekaligus membuka peluang untuk memenuhi spesifikasi kualitas tingkat nasional maupun global.

Selain itu, pemanfaatan energi surya menjadikan sistem ini lebih efisien secara energi dan selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Kolaborasi untuk Inovasi yang Berdampak

Implementasi Hybrid Solar Dome Dryer menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia akademik, BUMN, dan pelaku usaha dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung di lapangan. Teknologi ini tidak hanya menjawab tantangan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok rempah yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Ke depan, pengembangan lanjutan terus dilakukan untuk menyempurnakan otomatisasi sistem serta menyesuaikan parameter pengeringan bagi berbagai jenis komoditas rempah. Harapannya, teknologi ini dapat direplikasi dan dimanfaatkan lebih luas oleh komunitas petani dan UMKM rempah di berbagai daerah di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.