Perempuan dan Pandemi

Perempuan dan Pandemi

Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Ia berperan penting  untuk memutuskan keluarganya akan makan apa hari ini dan seterusnya. Apakah makanan yang ia pilih saat itu baik untuk dikonsumsi atau tidak untuk keluarganya. Hal tersebut tentu menjadi sebuah pertimbangan yang secara sadar atau tidak sangat berpengaruh terhadap perekonomian dan daya konsumsi keluarga.

Di saat seperti ini, perempuan-perempuan mulai berfikir lebih jauh tentang apa yang akan dikonsumsi oleh keluarganya. Ada banyak pilihan mengonsumsi suatu produk atau barang, mulai dari food artisan dan local producer setempat. Bukan hanya baik untuk tubuh, tetapi juga setiap transaksi pembelian yang dilakukan akan memberikan kelanjutan kehidupan untuk para pengrajinnya, keluarganya dan semakin banyak pula orang yang bisa terlibat dalam rantai bisnis tersebut..

Berikut ini tips-tips belanja dan mengamankan bahan baku di dapur selama masa pandemi .

  1. Memanfaatkan area atau lahan tidur di rumah

Jika teman-teman memiliki area tak terpakai di rumah, bisa mulai memanfaatkan lahan tersebut untuk bercocok tanam. Bisa dimulai dengan bahan makanan seperti sayur-mayur, empon-empon, dan beberapa herba dapur seperti kemangi, sereh, dan daun kari. Bisa juga menggunakan polybag atau pot kecil. Walau terlihat kecil dan sederhana, usaha ini cukup bermanfaat untuk pasokan bahan makanan di rumah. Walaupun tidak banyak, tetapi usaha ini cukup mampu membuat kita menghemat dan mandiri dalam mencukupi kebutuhan dapur Rumah tangga lho.

  1. Konsumsi produk lokal

Penggunaan produk lokal merupakan sebuah langkah yang perlu  dipertimbangkan untuk menjadi bagian dalam gaya hidup kita. Dalam masa pandemic ini, bisa sebagai waktu yang kita gunakan untuk pelan-pelan mengganti apa saja yang akan mengisi dapur kita dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang. Biasanya juga apabila kita mengonsumsi produk lokal, harga yang ditawarkan bisa lebih terjangkau dan mengurangi jejak karbon yang kita sumbangkan. Pun, mengurangi konsumsi produk import juga bisa menjadi salah satu pertimbangan dan Langkah cermat yang kita ambil dalam masa pandemic seperti sekarang ini.

 

  1. Memenuhi kebutuhan rumah tanggamu dari warung

Di tengah pandemi ini, bisnis masih akan bisa bernafas untuk mereka pemain besar dengan segala strategi yang mereka siapkan. Namun, untuk usaha kecil dan warung yang ada di sekitar kita, bisa kita bantu dengan tetap berbelanja dan memastikan roda ekonominya berputar.

  1. Belanja sesuai kebutuhan

Membuat daftar belanjaan masih menjadi cara efektif untuk tidak kebablasan ketika belanja. Daftar belanjaan sangat diperlukan untuk  mengurangi lapar mata, dan juga kita tidak perlu membeli terlalu banyak atau  menimbun  barang. Karena masih banyak orang yang juga perlu barang yang sama. Sehingga apa yang kita beli dan kita butuhkan tetap seimbang dan mengurangi risiko terjadinya panic buying pada level masyarakat sosial.

  1. Memperhatikan barang yang kita konsumsi

Dalam situasi pandemi ini, tetap kurangi makanan highly procesed, lebih sering masak makanan real food di rumah untuk daya tahan tubuh. Pandemi saat ini mewajibkan kita untuk memiliki daya tahan tubuh yang baik. Caranya salah satunya dengan mengonsumsi banyak makanan yang mengandug serat, vitamin, dan yang menguatkan imun tubuh. Sumber makanan yang baik bagi daya tahan tubuh biasanya bersumber pada real food yang baik untuk tubuh.

Demikianlah beberapa tips yang bisa kita coba lakukan di Rumah masing-masing utnuk mengamankan pasokan bahan baku selama masa pandemic ini. Beberapa kebiasaan tentu saja sangat berdampak bagi kehidupan orang-orang di sekitar kita. Yuk, lebih bijak dan aware dalam memilih barang. Selamat mencoba…!

RESEP DAPUR AGRADAYA – SUSU JAHE HANGAT

RESEP DAPUR AGRADAYA – SUSU JAHE HANGAT

Jahe adalah salah satu rempah yang berkhasiat membantu mengatasi mual dan muntah, membantu menurunkan demam, serta membantu meredakan nyeri dan linu. Selain itu, jahe juga membantu mengatasi gejala masuk angin dan melancarkan sirkulasi darah. Salah satu jahe yang kami gunakan untuk Ginger Powder adalah Jahe Emprit yang rasanya hangat cenderung pedas.

Siapa di sini yang sangat suka menikmati minuman dengan campuran susu? Selain untuk campuran kopi dan teh, susu juga bisa dinikmati dengan campuran rempah lho.

Tentu saja, kita sudah sering menemukan jahe dalam resep sehat keluarga secara turun temurun kan? Nah kali ini, resep dapur Agradaya membagikan minuman Jahe favorit yang biasa kami buat ketika sore hari saat musim hujan, atau ketika tubuh sedang ingin mencicipi minuman creamy yang juga hangat untuk perut dan tubuh.

Bahan :

-250 ml susu murni atau pasteurisasi
-1 sdt Jahe bubuk “AGRA” atau bisa diganti menggunakan jahe segar sebanyak 1 ruas jari

Cara membuat :
-Panaskan susu dengan api kecil-sedang
-Masukkan 1 sdt Jahe bubuk “AGRA” atau 1 ruas jahe yang sudah digeprek
-Aduk sebentar, lalu matikan api sebelum susu mendidih
-Tuang ke dalam gelas
-Susu Jahe Hangat siap untuk dinikmati

Minuman susu jahe ini sangat pas untuk dinikmati ketika sedang musim penghujan baik pagi maupun sore hari untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
Jika dikonsumsi malam hari, susu jahe juga bisa berfungsi untuk membantu badan agar bisa tidur lebih nyenyak.
Selamat mencoba!

Menjaga produk Agradaya

Menjaga produk Agradaya

Membeli kebutuhan dapur untuk konsumsi sehari-hari tentu saja bisa sangat beragam bukan ?

Nah apalagi jika kita sudah memiliki dapur sendiri. Penyimpanan menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga segala macam kebutuhan dan produk kita. Untuk bahan-bahan pangan biasanya akan memiliki kecendrungan yang mudah rusak jika tidak dijaga dengan baik.

Ada beberapa tips dari kami untuk menjaga produk-produk Agradaya yang berbentuk bubuk atau powder maupun yang berupa gilingan kasar untuk diseduh agar lebih awet dan tahan lama di dapur teman-teman semua.

  1. Simpan produk pada suhu ruang dan di tempat yang kering.

Biasanya untuk suhu ruangan ada di antara 20°-25° C. Suhu ini merupakan suhu yang baik untuk menyimpan bahan-bahan seperti powder atau bubuk. Kelembapan udara juga penting untuk turut diperhatikan karena akan berpengaruh pada kualitas produk yang disimpan.

2. Hindarkan dari paparan sinar matahari secara langsung

Nah, walaupun kita harus memastikan tempat penyimpanan tersebut pada tempat yang kering, kita juga perlu memastikan bahwa kita tidak memaparkannya langsung terdhadap sinar matahari. Terpapar langsung oleh sinar matahari dapat merusak kualitas dan produk yang kita simpan lho. Jadi hati-hati ya.

3. Gunakan sendok/ alat kering untuk megambil produk dari kemasan

Biasanya nih, kita akan cenderung menggunakan sendok sebagai takaran untuk mengambil produk dari kemasan, baik berupa bubuk/powder maupun berupa gilingan kaar. Yak! Penting sekali untuk memastikan bahwa sendok yang kita gunakan dalam kondisi kering dan tidak basah ya teman-teman. Pastikan Ketika dicelup sendok tetap kering, karena jika sendok basah dan masuk ke dalam kemasan, akan merusak sisa produk yang ada di dalam kemasan lho.

4. Pastikan produk ditutup rapat dan kedap udara agar produk bisa bertahan lama dan tetap dalam kondisi baik

Kemasan apapun yang digunakan untuk mewadahi produk pastikan tersimpan kembali dalam keadaan yang rapat. Baik penyimpanan menggunakan kemasan plastik, kertas dengan clip, maupun botol kaca atau kaleng. Sehingga produk tetap kedap udara dan akan lebih tahan lama.

5. Jauhkan dari jangkauan anak-anak

Setiap produk yang disimpan sebaiknya diletakkan cukup jauh atau di ruang yang tertutup sehingga tidak terjangkau oleh anak-anak.

Demikianlah beberapa tips dan langkah-langkah yang bisa teman-teman lakukan di rumah untuk menjaga produk Agradaya agar tetap dalam kondisi baik untuk dikonsumsi. Selamat menerapkan teman-teman.

Bersatu Lawan Corona

Bersatu Lawan Corona

Agradaya dan Yayasan Tanah Air

Mengajak untuk #BersatuLawanCorona

Lindungi Tim Medis, Sambil #tenangDiRumah

Di barisan terakhir, tim medis berjuang merawat pasien yang terinfeksi Covid-19. Jangan biarkan mereka ikut terpapar begitu saja, mari berkolaborasi untuk melindunginya.

Penyaluran penyediaan kebutuhan
Alat Pelindung Diri (APD) Medis:
Hazmat
Face Shield atau Kacamata Google
Sarung Tangan Steril
Masker
Hand Sanitizer
Shoe Cover
dan bantuan pendukung lainnya.
——————
Salurkan donasi melalui
Bank BCA
Cabang : KCP Menara Palma
Swift Code : CENAIDJA
No Rek : 5425232310
an : Yay Indonesia Tanah Air Beta
Konfirmasi donasi ke : Fahri (08119995515)

Donasi akan disalurkan ke Puskesmas, Klinik, dan Rumah Sakit di sebagian wilayah D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah

Donasi yang terkumpul hingga 18 April 2020 :

Galang Dana Tahap I : Rp 9.155.233

Donasi Festival Tenang di Rumah Tahap I : 3.194.000

Total Donasi : 12.349.233

telah dipergunakan untuk membeli keperluan bagi tenaga kesehatan :

1. 50 pcs Hazmat, dan

2. 18 pack Masker Medis (@20 pcs/pack),

bantuan disalurkan ke 5 Puskesmas di daerah DIY dan Sleman sebagai berikut :

1. Puskesmas Seyegan

2. Puskesmas Mlati II Sleman

3. Puskesmas Moyudan

4. Puskesmas Tempel II

5. Puskesmas Minggir

Sisa donasi : Rp 4.684.233, dan akan digunakan sebagai saldo untuk donasi tahap II.

———————
Didukung Gagas dan Kolaboratorium

Transparansi penggunaan dana dan dokumentasi donasi bisa dipantau melalui website www.agradaya.id

Narahubung : Andhika 081391809165

#IndonesiaLawanCorona #TenangDiRumah #diRumahAja

Penyerahan APD dan Masker di Puskesmas Seyegan
Penyerahan APD dan Masker di Puskesmas Mlati II
Penyerahan APD dan Masker di Puskesmas Moyudan, Sleman
Penyerahan APD dan Masker di Puskesmas Tempel II
Penyerahan APD dan Masker di Puskemas Minggir