Dukungan Alumni Grant Scheme Australia untuk Pelatihan Sertifikasi Organik di Yogyakarta

Mendorong Pertanian Organik Berbasis Kelompok di Bukit Menoreh

Komitmen terhadap pertanian berkelanjutan tidak berhenti pada produk akhir. Ia dimulai jauh lebih awal—di tingkat petani, lahan, dan sistem kerja yang menopangnya. Inilah semangat yang melandasi pelaksanaan Pelatihan Sertifikasi Organik untuk Kelompok Petani Rempah di Bukit Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta.

Melalui program ini, Agradaya mendampingi kelompok petani rempah untuk memahami dan mengimplementasikan praktik pertanian organik secara menyeluruh. Tujuannya bukan sekadar memenuhi standar sertifikasi, tetapi membangun fondasi jangka panjang bagi kesehatan lingkungan, keberlanjutan ekonomi petani, dan kepercayaan konsumen.

Organik sebagai Proses, Bukan Sekadar Label

Dalam praktiknya, pertanian organik kerap dipersepsikan sebatas “tanpa pupuk kimia” atau “tanpa pestisida”. Pelatihan ini meluruskan pandangan tersebut. Peserta diajak memahami bahwa sistem organik mencakup pengelolaan risiko, pemilihan input yang tepat, pencatatan yang disiplin, hingga tata kelola kelompok yang transparan.

Pendekatan ini menempatkan organik sebagai sebuah proses berkelanjutan—proses belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi—bukan sekadar target administratif.

Pembelajaran Terstruktur Selama Tiga Hari

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dan melibatkan tiga kelompok tani di wilayah Menoreh.
Hari pertama difokuskan pada pemahaman prinsip dasar pertanian organik, termasuk regulasi dan standar di berbagai negara tujuan pasar.
Hari kedua membahas Internal Control System (ICS), sebuah sistem pengawasan internal yang menjadi kunci dalam sertifikasi organik berbasis kelompok.
Hari ketiga ditutup dengan simulasi langsung di lahan, di mana peserta mempelajari identifikasi risiko, batasan praktik, serta alur pendaftaran menuju petani organik tersertifikasi.

Pendekatan ini memastikan bahwa pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi langsung terhubung dengan realitas lapangan.

Peran Perempuan dalam Transformasi Pertanian

Sebanyak 75 persen peserta pelatihan merupakan perempuan. Fakta ini menegaskan peran sentral perempuan dalam pengelolaan pertanian rempah dan keberlanjutan komunitas desa. Partisipasi aktif ini menjadi modal sosial penting dalam menjaga konsistensi penerapan sistem organik di tingkat kelompok.

Menuju Rantai Pasok yang Lebih Bertanggung Jawab

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok rempah yang lebih bertanggung jawab. Dengan pemahaman organik yang utuh dan sistem kerja yang kolektif, petani memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan nilai produk, memperluas akses pasar, dan memperoleh pendapatan yang lebih stabil.

Program ini didukung oleh Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme yang dikelola oleh Australia Awards in Indonesia, memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan di tingkat lokal.

Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan hingga proses sertifikasi organik tercapai. Bagi kami, keberhasilan bukan hanya diukur dari sertifikat yang diperoleh, tetapi dari terjaganya semangat belajar, kolaborasi kelompok, dan komitmen bersama untuk merawat bumi melalui praktik pertanian yang lebih bijak.

2 thoughts on “Dukungan Alumni Grant Scheme Australia untuk Pelatihan Sertifikasi Organik di Yogyakarta

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.